Beralih ke bagian utama Beralih ke menu navigasi utama Beralih ke bagian footer website
Artikel
Diterbitkan: 2021-01-26

Why not join the Roman Catholic Church?

Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Internasional
Reformasi Injili Roma Katolik Gereja

Abstrak

Judul dari kontribusi ini sengaja bersifat ambivalen. Artikel ini dapat dibaca sebagai pertanyaan retoris: disaat ada begitu banyak alasan baik untuk bergabung dengan gereja Roma, mengapa kaum Protestant menahan dalam mengambil langkah ini? Alasan historis yang terpenting dari reformasi adalah kondisi gereja: otoritas dari suatu jabatan, dan episkopal yang rusak karena kuasa yang disalahgunakan. Akses kepada Kristus dan anugrahNya dihalangi. Apakah kebencian terhadap kerusakan ini masih ada kesesuaian fakta? Di tahun-tahun belakangan, dari perspektif Reformed dan Injili, telah ada banyak perubahan di gereja Roma yang berakibat baik, dan telah mendorong banyak kaum Protestant menjadi Roma Katolik. Tetapi judul yang sama dapat dibaca secara berbeda: sebagai suatu argumentasi untuk tidak bergabung dengan gereja Roma Katolik. Karenanya, artikel ini akan menjelajah kedua kemungkinan ini dan memberikan beberapa catatan akan masing-masing pilihan tersebut.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

  1. Aalbers, B.J. and Nissen, P. (eds). (2002). De bisschop, kerkscheidend of kerkverenigend? Delft: Eburon.).
  2. Berkouwer, G.C. (1965). Vaticaans concilie en nieuwe theologie. Kampen: Kok.
  3. Busch, E. (2011) Meine Zeit mit Karl Barth. Göttingen: Vandenhoeck & Ruprecht.
  4. Cameron, E. (1991). The European Reformation. Oxford: Clarendon Press.
  5. Denzinger, H. (199137). Kompendium der Glaubensbekenntnisse und kirchlichen Lehrentscheidungen. Freiburg im Breisgau/Basel/Rom/Wien: Herder.
  6. Echeverria, E. (2010). Dialogue of Love. Confessions of an Evangelical Catholic Ecumenist, Eugene (OR): Wipf & Stock.
  7. Ewerszumrode, F. OP. (2012). Mysterium Christi spiritualis praesentiae. Die Abendmahlslehre des Genfer Reformators Johannes Calvin aus römisch-katholischer Perspektive. Göttingen: Vandenhoeck & Ruprecht.
  8. Ganoczy, A. (1987). The Young Calvin. Philadelphia: Westminster Press.
  9. Gosker, M. (2000). Het ambt in de oecumenische discussie. De betekenis van de Lima-Ambtstekst voor de voortgang van de oecumene en de doorwerking in de Nederlandse SOW-kerken. Delft: Eburon.
  10. Janse, W. (2008). “Calvin’s Eucharistic Theology. Three Dogma-Historical Observations” in: H.J. Selderhuis (ed.) Calvinus sacrarum literarum interpres. Paper of the International Congress on Calvin Research. Göttingen: Vandenhoeck & Ruprecht.
  11. Kronenburg, J. (2003). Episcopus Oecumenicus: bouwsteen voor een theologie van het bisschopsambt in een verenigde reformatorische kerk. Zoetermeer: Meinema.
  12. Newman, J.H. (1864). Apologia pro vita sua. London: Longman, Green.
  13. Speelman, H.A. (ed.) (2016). Een met Christus. Een klein traktaat over het heilig avondmaal, Kampen: Brevier.
  14. Van de Beek, A. (2012) Lichaam en Geest van Christus. De theologie van de kerk en de Heilige Geest. Zoetermeer: Meinema.
  15. Van der Borght, E. (2000). Het ambt her-dacht. De gereformeerde ambtstheologie in het licht van het rapport Baptism, Eucharist and Ministry (Lima 1982) van de theologische commissie Faith and Order van de Wereldraad van Kerken. Zoetermeer: Meinema.

Cara Mengutip

van der Kooi, C. (2021). Why not join the Roman Catholic Church? . VERBUM CHRISTI JURNAL TEOLOGI REFORMED INJILI, 8(1). https://doi.org/10.51688/VC8.1.2021.art2